Kenalkan
Nasehat
Tulisan Terkait
Sorry, no smoking
Dulu waktu SD saya mengidap penyakit paru-paru. Cukup parah. Sampe-sampe saya harus berobat jalan selama 1 tahun. Menurut ibu saya, itu yang menyebabkan badan saya yang dulunya gendut jadi ‘langsing’ sampe sekarang. Walau sudah sembuh, paru-paru saya tidak bisa optimal. Makanya dari dulu saya ogah kalo disuruh adzan, napasnya pendek. Tapi Ternyata ada hikmahnya, pengalamanDitulis tanggal 11 April 2006
Sepatah Kata Dari Para Ulama Untuk Palestina
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Majelis Penelitian Ilmiah dan Fatwa Islam) di Kerajaan Saudi Arabia telah mengikuti perkembangan tragedi yang memilukan, yaitu apa telah dan tengah terjadi pada sebagian saudara kita kaum muslimin di Palestina, terutama saudara kita di Jalur GazaDitulis tanggal 2 January 2009
Isi Rancangan Undang-Undang Pornografi
Berikut ini isi Rancangan Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi. Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain..Ditulis tanggal 27 October 2008
Berebut Shaf Pertama
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alahi wasallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui pahala azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya merekaDitulis tanggal 16 July 2008
Adab Bercanda
Manusia sebagai makhluk sosial, yang hidup bermasyarakat tentunya dituntut untuk bisa berinteraksi dengan manusia yang lain dengan baik. Karena tentunya manusia tidak bisa hidup sendiri, melainkan membutuhkan orang lain dalam memenuhi hajat-hajat hidupnya. Untuk bisa melahirkan seorang manusia saja, seorang ibu butuh seorang suami. Saat lahir pun akan membutuhkan bantuan dari bidan atau dokter. DanDitulis tanggal 30 August 2007
Women.Porn.UU-APP.Ironic….
Miris, saat kehormatan wanita sedang diperjuangkan lewat UU-APP(Undang-Undang ANti Pornografi dan Pornoaksi), malah wanita sendiri yang melawannya. Mereka turun ke jalan, berteriak, mencaci, berdebat, menggugat. Mengatasnamakan kaum wanita dengan label LSM pembela hak-hak wanita. Dimana mereka saat goyangan erotis inul merajalela, saat foto telanjang bugil bertebaran dimana-mana, saat bikini party menjadi hal yang dianggap biasa. Dimana ? Ataukah justru kaum mereka setuju akan semua itu? Apakah wanita sekarang bangga memperlihatkan tubuhnya kepada orang-orang?
Ini beberapa penyataan mereka yang ingin saya kritisi.
UU-APP dibuat untuk kepentingan orang Islam saja
Coba tanya sama Pak Pendeta, Romo, Pak Rahib, Bu Suster, Pak Biksu, Bu Biksuni, kalo dikasih majalah PlayBoy atau disuruh nonton goyang ngebor, apakah mereka menganggap itu perbuatan baik? Halal? Saya kira semua setuju itu tidak baik.
UU-APP melanggar HAM
Kalo ditanya HAM itu apa aja sih? Adakah yg bisa memberikan jawaban? Kenapa HAM terasa sangat relatif, ada ngga ya yg menuliskan HAM secara otentik (per pasal misalnya) dan disetujui semua ummat manusia sehingga bisa dijadikan landasan? Kenapa HAM saya bisa beda sama HAM dia atau mereka. Atau jangan-jangan ada yang nganggap zina alias ML juga HAM asal sama-sama suka. Kalau semua manusia Indonesia mayoritas beragama, dan semua ajaran agama tidak setuju thd pornografi, So, apakah HAM adalah agama baru yang dijunjung tinggi?
Tubuh kami, milik kami
Tapi kalau tubuhnya digerayangi pasti minta tolong juga.
Pemerintah ga usah urusin akhlak, urusin dulu koruptor dan harga2 yg melambung
Kalo dipikir-pikir kasihan juga pemerintah. Tak penah berhenti dicecar, dicerca, digoyang-goyang, selalu dituntut untuk membuat keadaan membaik. Sedangkan masyarakat sendiri baru sedikit yang mendukung pemerintah. Korupsi minta diberantas, tapi masyarakat masih banyak yang suka nyogok walau cuma seribu-duaribu, Banjir datang, pemerintah jd kambing hitam. Padahal siapa yg suka buang sampah sembarangan? Harga-harga mahal, masyarakat doyan nimbun barang. Nah, bila akhlak masyarakatnya baik, Insya 4JJI negaranya juga baik deh.
Seni koq dibilang porno?
Iya seni itu keindahan. Tapi tatkala keindahan itu mengundang hasrat, bikin otak ngeres maka itu melebihi batas. Kalo saya, sebagai Muslim, memandang hal-hal yang mengundang syahwat dari sumber yg tidak halal hukumnya haram. Maka memfasilitasi segala media untuk itu juga haram, tidak ada toleransi untuk suatu alasan yg katanya seni.
Itu khan tergantung pribadi masing-masing. Kalo emang dasar otakya ngeres ya ngeres
Siapa bilang urusan akhlak itu urusan masing-masing? Padahal dampaknya dirasakan bersama. Beberapa orang bilang gambar telanjang itu seni, tapi jutaan orang lain terpancing syahwatnya. Wong flu burung aja, ayam yang kena cuma 1 ekor, tapi semua unggas dalam radius 1 km harus dilibas. Mosok kita mengedepankan kepentingan beberapa ‘orang seni’ dan mengorbankan akhlak jutaan orang lainnya.
Nanti Candi Borobudur ikut ditutup dong?
Ya terserah, saya setuju. Tapi, kalau soal ini bisa diatur. Tinggal dispesifikan saja UU-nya.
Ngapain sih dibikin UU segala, tolak aja
Saya kira tidak bijak kalo ditolak. Tapi dibuat lebih jelas dan spesifik.


Wah, Ian memang aktualis yang trendy.
Kalo aku sih, cenderung tidak terlalu suka yang trendy.
Kadangkala memang kita perlu lihat keadaan. Fiqhul Waqi’ gitu. Tapi, yah begitulah. Aku cenderung tidak peduli sama trend.
Komentar dari fauzan.sa — 11 March 2006 @ 1:39 pm
mmmhh… begini..
uhuk uhuk.. *pura pura batuk dulu*
ada beberapa hal yang memang seharusnya diatur. contoh, media.
tapi, ada juga beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan.
maksudnya begini.
kalau aku tetap di jakarta, aku mungkin punya pikiran yang sama dengan mas. tapi keadaan tiap kota berbeda. budayanya beda.
aku sangat setuju media yang dibatasi. bukan perseorangan. di bali, ada perbedaan budaya yang sangat jauh berbeda dengan di jakarta.
ah, sudahlah. sudut pandang tiap orang berbeda.
Komentar dari didats — 13 March 2006 @ 11:50 am
by the way om, udah liat rancangan lengkapnya belom?
udah cukup spesifik kok, jadi jelas candi borobudur “tidak akan ditutup”..
(jawaban untuk pertanyaan di atas)
Komentar dari lita — 17 March 2006 @ 9:00 pm
[...] Artikel asli klik di sini. [...]
Pingback dari Media Informasi Islam » Women. Porn. UU-APP. Ironic…. — 28 March 2006 @ 7:45 pm
TOLAK….TOLAK…
Plizz dech moral aja diurusin pake UU,tergantung orangnya lagi!Yang ngomongin RUU pornografi p1 X tuh setau gue….padahal mikir aja sendiri,ini tuh negara 5 agama!!!kayanya kalo urusan gituan, buat agama laen ga dipersoalin dech..uda negara kita miskin, trz mau disahin lagi RUUnya!bangkrut X ney negara…!ga usah MUNAFIK LAGI!!!toh loe2 yang ngerasa bener juga mank da yakin masuk surga?!!GA DA JAMINAN TAU!!Liat aja deh negara Islam tetangga (Malaysia)gue acungin jempol buat malaysia karena mampu jadi negara yang ga ngutang dan ga ngurusin hal-hal yang ga perlu diurusin!Negara Arab adalah negara yang pemerkosaannya paling banyak!GA NYADAR???!!
Komentar dari florence — 7 April 2006 @ 11:41 am
wah memang ya, Pornografi sekarang seperti artis. dimana-mana dibicarain. kl alasan budaya dan seni dijadikan landasan untuk melancarkan pornografi, wah…….itu dah ga bener bgt. kita lihat lagi apa sih arti seni dan budaya sebenarnya. seni dan budaya adalah hasil cipta rasa karsa manusia yang berdasarkan pemikiran, akal n nurani yang sehat. yang perlu digaris bawahi adalah pemikiran. bagaimana pemikiran kita selama ini….???apakah itu hasil dari pemikiran yang sehat….menyamakan semuanya atas dasar ham. kl kt yang ngomong trnyt sama dgn yg g berpndidikan……wah-wah…..kemana loe selama ini??tidur…..!!! nafsu kali……bukan ham…..apakah hasil pemikiran tersebut bisa memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan umat????kayanya perlu didaur ulang lagi tuh pemikirannya……soal budaya di setiap tempat yang berbeda, tentu bedalah….orang pedalaman tentu beda ama yang dikota besar. kesempatan mereka untuk tahu hukum tentu minim. tapi bagaimana dengan kita yang hidup di kota besar…….kita tahu hukum. tahu bagaimana aturannya. mosok koyo keledai yang cari makanan di kandang sendiri. bagi mereka yang tidak tahu. belum dikenai hukum, tapi bagi mereka yang tahu,…..tentunya berusaha melaksanakan…………….
emang apa indahnya sik pamer-pamer bentuk toh nantinya akan membusuk, mengeluarkan bau yang menjijikkan dan bahkan…merupakan tong sampah. loe mau pamer udel….apa yang mau dibanggain….isinya kotoran juga…..harusnya ditutupi tu biar yang lain g cium kotoranmu….
stop pornografi…….
buat wanita,……..siapa sik lu……ngacak…..apa yang kamu banggain dengan mengumbar….tubuhmu…..
itu cuma titipan coy…….suatu saat pasti diambil pemiliknya…….lalu apa yang telah kamu lakukan dalam menjaga titipan itu………….?????
Komentar dari ugly — 17 April 2006 @ 10:10 am
tujuan dari hukum adalah untuk merubah (merekayasa/merekontrsuksi) masyarakat. dengan memunculkan tingkah laku yang baik dan menghapuskan/menghilangkan tingkah laku yang buruk atau sudah tidak sesuai lagi. itu tujuan hukum. dengan akhir menciptakan ketertiban demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.
dari beberapa komentar yang masuk, hanya berbicara masalah prasangka tanpa ilmu (omong doang). seperti bang wimar dan (maaf) Gus Dur. Taurat diturunkan juga untuk merubah tingkah laku masyarakat saat itu, terlebih lagi Qur’an yang ketika diturunkan kondisi moralitasnya sangat menjijikan. apakah saat itu belum ada hukum?ada tapi ternyata butuh perbaikan. apakah Qur’an bisa merubah masyarakat saat itu? Arab adalah negara paling maju saat itu dibanding Romawi. dan kejayaan terjadi di Andalusia (Spanyol). pertanyaannya mengapa bisa terjadi? sekali lagi semua itu karena hukum.
RUU APP bukan Qur’an, injil, taurat atau yang lainnya. tapi ketika RUU APP emnjadi Hukum. liat aja. ada perubahan atau tidak. mencoba menjadi lebih baik itu KEHARUSAN tapi mempertahankan keadaan yang buruh adalah MEMBINASAKAN
thanks, dan salam keadilan
honeste vivera,
alterum non leadere, suum cuique tribuere.
Komentar dari phantom — 19 April 2006 @ 10:38 pm
- Mari berterus terang dan tidak usah malu2 bahwa UU APP ini untuk membuat lingkungan masyarakat dan keluarga kita yang kurang kalau hanya mengandalkan KUHP
- seharusnya UU ini terbit dulu, komentar baru belakangan, Playboy aja bisa terbit dulu seperti gini
- sulit kalau dengerin dulu semua fihak, sampai tahun gajah juga tidak bakal ada hasilnya
- Pemerintah wajib mengurus moral, karena kita dan keluarga kita sudah tak terurus moralnya, giliran negara beraksi
- Ada atau tidak UU APP, tidak ada jaminan kejahatan berkurang. Tapi kita harus tetap berusaha mewariskan moral dan sistem yang baik
- Dengan semangat piala dunia, mari kita gol-kan UU APP. Gol Gol Gooolll
- Janganlah menjadi lelaki yang hilang urat kelelakiannya atau perempuan yang hilang malunya, seperti artis playboy, bisa dipastikan bukan wanita baik2 dan malah bisa dipakai. Siapa yang mau jadi suaminya, sungguh bodoh dan murahan tak berharga! Lelaki yang hilang urat lelakinya juga tidak merasa salah dengan Pornografi sebab hornx pun tidak bisa (jadi tidak bahaya)
- Mari buat kampanye dan image negatif terhadap fornografi yang memang sudah negatif: seperti perempuan yg sengaja pusernya/pantatnya kelihatan adalah bispak dan bukan calon istri yang bener
Komentar dari tukangbubur — 27 April 2006 @ 7:26 pm
Halah, tolak2 RUU APP. Harusna lebih bisa mencontoh malaysia, kagum deh sama mahathir mohamad, bisa bikin malaysia maju kayak sekarang. Masyarakatnya mayoritas Islam, tapi ga ribet ngurusin baju renang pas ajang Miss Universe. Mayoritas Islam, tapi keragaman suku juga ada.
Paling panas kalo ada yang bilang seni itu harus dibatasi kebebasannya. Jangan samakan seni dengan porno. Anda bilang apa di atas? tatkala keindahan itu bikin otak ngeres, itu melebihi batas? Ga ngerti seni ya? Seni ya seni. Gambar telanjang di seni bukan porno, dan gambar porno di tabloid2 ga bener itu ga bisa disebut seni. Jadi saat anda ngeres ngeliat patung bali yang dadanya terlihat, yang ngaco ya otak anda itu.
Jelas, setiap agama menolak pornografi, bukan hanya Islam. Tapi saya rasa aturannya berakar dari Islam. Mungkin menurut kaum muslim, tank-top itu sudah tidak pantas dikenakan, menurut agama lain, tank-top itu sah2 aja dipakai asal tempatnya pas. . Negara ini berapa agama bung? Siapa yang berhak menentukan suatu tarian dibilang porno ato engga? Definisi tiap orang beda kan?
Orang harus bisa membedakan mana yang seni dan mana yang porno. Ingat ingat ingat, TIDAK SEMUA GAMBAR TELANJANG DI SENI ITU PORNO. Kalo anda tidak setuju dengan pendapat ini, baguslah, berarti anda mengakui adanya perbedaan pendapat dan definisi tiap orang tentang apa yang pantas disebut porno dan mana yang tidak. Ajaran dan kebudayaan kita berbeda.
Jangan paksa seseorang mempunyai pendapat yang sama dengan anda.
Kenapa laki-laki juga ga menutupi seluruh tubuhnya? kenapa hanya kaum wanita yang lebih diharuskan? Kalo saya terangsang ngeliat betis cowo gimana? Kalo saya terangsang denger suara cowo yang seksi gimana?Kenapa wanita ga boleh merangsang pria, sedangkan pria boleh merangsang wanita?
Kenapa hanya wanita yang harus repot saat gambar telanjang dimana2? Apa itu berarti kaum lelaki tidak peduli? APa itu semuanya hanya tanggung jawab kaum wanita? Salah kaum wanita?
Anda jangan terlalu hitam dan putih. Jangan beranggapan para penolak itu sudah benar2 hilang akal dan bakal masuk neraka semuanya. Kami juga menentang pornografi, hanya saja cara kita berbeda. Jangan kira kami setuju dengan majalah2 dan film2 porno, tapi pikirkan hal2 kecil yang luput dari perhitungan anda : pakaian adat, tari-tarian, patung-patung bali yang telanjang dada, kebaya yang ketat dan menerawang, orang-orang miskin yang untuk berpakaian saja susah.
Saya cuma pelajar lho, bukan orang yang bekerja di industri majalah porno….
Komentar dari Fina — 8 May 2006 @ 3:17 pm
Tolak APP..!!!
Masih banyak kali masalah di negara selain pornografi.. Pikirin dlu tuh ekonomi rakyat, ga ada duit ga idup tp klo ada tidaknya gambar porno tuh rakyat masih bs hidup.. Moral rakyat tergantung masing” individu, tak bs memaksakan pendapat anda pada tiap orang.
Napa uu app ga dr dlu.. Film dono kasino tuh banyak cwe seksi pake bikini paha kemana”, napa ga ditentang..? Dr dlu napa ga dibuat aja tuh uu..?
Penting yah ngatur kebebasan tiap orang..?
Zaman gini ngatur” hak, sapa sih lo..?
Napa kl porno” yg disalahin wanita, seakan akan wanita tuh makhluk paling hina yg hanya bs dipersalahkan..? Cwo jg byk yg bugil kemana”..
Inul toh klo ngebor pake baju yg tertutup, ga u can see gtu..
Mang inul hrs ngebor pake jilbab..? Ga pd tempat na donk, sapa yg mw nonton..
Jangan bilang klo berenang hrs pake jilbab..
Pake bj tangan buntung tuh sah” saja asal pada tempat, situasi, kondisi..
Dan klo acara ‘terangsang’, itu mah salah dipikiran laki”.. Teman laki” saya saja bilang dy terangsang ngeliat cwe pake bj tertutup malah penasaran..
Di arab yg cwe nya pake bj tertutup saja, tINGKAT PEMERKOSAANNYA TINGGI DI DUNIA..!!
Semua tuh tergantung pikiran laki”..
UU aPP seakan tidak mempedulikan perbedaan agama,suku,ras,adat di indonesia yg begitu beragam.. Seakan akan dibuat hanya untuk kepentingan kaum muslim saja..
Arti batas porno tiap orang itu berbeda..
Agama islam, bj ketat lalu rok mini itu sudah dosa dan mengundang napsu birahi..Pokoknya ga bole..
Di agama lain belum tentu seperti itu.. Bagi agama lain itu sah” saja asaal pada tempat,situasi,kondisi yg tepat
Anda jangan berpikiran dangkal. Jika pornografi itu sudah merusak moral bangsa, carilah kenyataan dan penyebab sebenarnya.. UU AAPP bkn membatasi dan melarang pornografi tp membenci tubuh manusia.. Anda sungguh biadab, kita diciptakan YANG KUASA dengan segala keunikan, kelebihan,keindahan,segala hak untuk berkarya dan berekspresi..
Jangan berpikir para penolak uu appp adalah manusia yg bodoh tidak menghargai nilai moral dan manusia berdosa yg pasti msk neraka..
Berpikirlah inonesia yg kaya dan beragam adat,suku,agama.. Jangan melihat dari sisi anda saja..
Komentar dari siswi — 19 May 2006 @ 9:12 pm
Ikutan nimbrung… Wah, pada panas euy, hehe… Mudah-mudahan gak ikut-ikutan panas ato bikin tambah panas.
RUU APP perlu sih kalo kata gua, cuma isinya mungkin perlu diperbaiki. Buktinya kan masih banyak yang nolak, meski juga banyak yang mendukung. Negara itu perlu lho ngurus yang kayak gini. Setidak menurut Islam sih. Yang bilang negara itu gak perlu ngurus kayak gini sih paham sekuler. Oh, dan kayaknya namanya mesti diganti deh. Pornoaksi?? Plis deh… kata itu belon pernah ada di kamus manapun. Gara-gara Rhoma aja itu kata jadi populer, padahal mah ya itu masuk ke pornografi juga.
Soal sumber pikiran ngeres? Apakah emang gara-gara gambar bugil ato emang pikiran ngeres lelaki? Well, di Qu’ran kan yang cewe disuruh menutup aurat dan yang laki-laki disuruh mengalihkan pandangan. Betul? Jadi ya gak bisa pukul rata kalo semua pemerkosaan itu terjadi karena cowo-cowo pikirannya ngeres. Soalnya jelas banget, dua-duanya disuruh menjaga diri, bukan cuma perempuan tutup aurat atau cuma lelaki jaga mata. Tapi dua-duanya disuruh menjaga. Jadi, bisa jadi yang salah cowok, tapi gak tertutup kemungkinan yang salah itu cewek. Tergantung kasus mungkin. Ok? Fair enough? Jadi mungkin di RUU itu perlu diatur juga bahwa cowo yang kedapetan melototin cewe bakal diciduk juga. Serius lho, ini biar semua pihak senang, dan gak cuma cewe aja yang dikekang dengan RUU APP ini.
Soal seni… uhm… ya gitu deh… I don’t agree atas nama seni jadi boleh pose bugil atau pake baju setengah telanjang. Karena emang gak pernah disebut tuh di Quran, kalau buat seni boleh buka aurat.
Satu lagi deh… gua juga kurang sreg kalau Islam dipatok dengan negara-negara Arab atau Malaysia. Kalau mau bikin patokan tentang Islam ya ke Al-quran ama Hadits, jangan ke negara-negara yang berpopulasi Islam.
Maaf kalau gua banyak pake referensi Islam, padahal ilmu gua masih dangkal. Gua cuma benar-benar percaya bahwa Islam itu bisa diterapkan di negara yang punya banyak agama dan budaya, Rahmatan lil Alamin kalo istilah kerennya (bener gak nulisnya?). Buktinya jaman Rasul; Islam, Yahudi, Nasrani hidup damai kan? Kita cuma perlu pemimpin yang bijak dalam memimpin, termasuk dalam menyikapi dan merancang RUU APP ini.
Demikian. Bila ada benarnya maka milik Allah, jika ada salahnya semoga Allah mengampuni.
Komentar dari arya — 27 May 2006 @ 2:47 pm
Mau ikitan nimbrung nih,
Saya juga cewek nih & udah punya anak 2(dua), dulu waktu saya masih suka pake baju2 dan rok yg agak sedikit pendek dan ketat (kalo menurut saya sih masih sopan karena ga buka2an lho…) dan saya ga pernah tuh yang berjalan menggoda hasrat laki2, saya berusaha sopan tapi……! yang namanya laki2 dimana aja ternyata sering banyak yang ga sopan gitu deh.
& Sekarang udah 3 tahun saya memutuskan menggunakan baju-baju panjang yang menutupi aurat, tetep.. aja ada… aja cowok yang usil .
Kalo saya aja udah pake baju yang sopan masih suka diusilin gimana dengan yang make baju super ketat & terbuka? ga jamin deh….!!
Sebagai cewek gw sih seneng aja tuh diatur dalam UU APP soalnya gw merasa diperhatiin sih sebagai cewek, & gw ga ngerasa dibatasin tuh, & jangan salah lho.. gw tetep trendy kok walaupun gw pake baju tertutup?
Hidup UUAPP… jalan terus deh, majalah playboy aja udah 2 kali terbit, masa Undang2 ga terbit2…
Gw ga mau nih, anak2 gw nanti jadi bingung karena dimana2 banyak cewek2 pada pake baju yang kehabisan bahan….
Tapi biasalah kalo orang diarahin ke yang baik2 zuzah.. tapi kalo dikasih yang menjurus ke dosa hmmm… gampang banget, dasar manusia biangnya dosa…
Mudah2an mereka yang mengatasnamakan seni diampuni deh dosanya sama TUHAN YME, amin
Komentar dari Dhanar — 8 June 2006 @ 2:53 pm
Pendapat yang bagus…
Cobalah jangan dulu melihat dari sisi agama. Dari sisi sosial kemasyarakatan pun ternyata UU ini penting perannya. Soal budaya, saya yakin perancang UU ini pun cukup bijak untuk tidak memberangus budaya2 baik yg dimiliki Indonesia.
Menurut saya tidak bijak bila menolak. Mari satukan pikiran bagaimana UU ini bisa berguna bagi semua pihak.
Komentar dari DarxBlacxManiax — 8 June 2006 @ 3:02 pm
gue sendiri sebenerny gak ngedukung uu app…. cuz ksn nya bikin hdp ini lbh MUNAFIK…… kalo emang mw ningkatin moral religius angsa, napa mesti repot2 c bikin uu kyk gini???????? nambah anggaran negara aja.
klo emang dsr nya brengsek biar ada UU ANTI ORG BRENGSEK pun mesti msh ttp BRENGSEK, so , klo dasarnya udah PORNO……… liat anjing yg gak pake baju aja langsung TERANGSANG!!!!!!!!
_jaga mata sendiri2…………. jg urus mata orang laennnnnnnnnnn_
badan ku ya badan ku………
badan mu ya badan mu….
tiap org punya cara sendiri utk membuat dirinya pantes di liat………
1 lagi………
gue sebel liat FPI dan FBR yg anarkis bgt dlm menyuarakan inspirasinya!
halooooooooo……… ini kan negara DEMOKRASI. knpa KALIAN jadi ANARKIS??????
katanya beragama…….. katanya MEMBELA AGAMA , tp saya dapat kesan kalo aNDA2 justru BIKIN MALU AGAMA!!!!!!!!
Komentar dari aP_cool — 15 June 2006 @ 10:56 am
Coba deh pikir buat loe loe pada yang nolak ‘mentah2′ Undang-undang APP.apa loe mau anak-anak loe, atau saudara atau kerabat dekat loe yang dibawah umur 18 tahun nanti melakukan hubungan seksual pra nikah, terus hubungan seksual mereka dipublikasiin ke publik luas ? buat gw, ogah banged. Gile loe, mau ditaro kemana muka gw.
UU APP tuh perlu banged. Buat loe loe semua yang gaya hidupnya ato pola pikirnya kayak orang barat, sebenernya UU APP tuh ada di negara barat. Bahkan digudang sex sendiri, kayak amerika, ada. Walau berbeda jenis UU nya. Karena disesuain dgn karakter negara masing-masing. Yang penting intinya sama.
Terus terang, gw orang yang menghalalkan pornografi dan pornoaksi. Tapi inget, keduanya untuk kalangan tertentu. Artinya sesuai pada tempatnya. Untuk penerbitan majalah playboy, FHM atau majalah erotis lainnya, gw setuju. karena itu karya seni ‘yg sesuai pada tempatnya’. Gak sembarangan dijual dimasyarakat. Anak-anak dibawah umur kan gak boleh beli sebenarnya. Tetapi karena ini INDONESIA, inget INDONESIA, yang HUKUMnya KAYAK TAI KUCING!!!!
Intinya gw setuju dengan UU APP, tapi perlu ada banyak revisi didalamnya. Gw punya solusi, untuk kawasan pariwisata yang memungkinkan adanya telanjang dada, mending kebal sama UU APP dan dikasih WARNING KERAS supaya anak2 dibawah 18 tahun gak boleh masuk kesana. Soalnya anak2 dibawah umur 18 thn, dianggap blom dewasa.
Jadi, kl gw narik kesimpulan, bukan masalah Undang-undangnya yang harus diributin, tapi masalah hukum itu sendiri dulu ditegakin setegak-tegaknya….
UU APP gak ada hubungannya dengan agama. Karena agama kan sifatnya membantu spiritual manusia kearah baik. Agama tuh cuma salah satu bagian pembentukan akhlak.
Terus kalo dihubungin dengan masalah perempuan, yang katanya menurunkan martabat perempuan, itu juga gak beralasan. Perempuan gak mau kan hamil, gak ada suaminya.
Sedangkan untuk karya seni, jelas karya seni itu punya kekuasaan tak terbatas, asalkan tetap pada koridor seninya. Asal, gak nyinggung SARA aja.
JADI, HIDUP UU APP….
Komentar dari Uchal — 26 June 2006 @ 1:46 pm
“Tapi tatkala keindahan itu mengundang hasrat, bikin otak ngeres maka itu melebihi batas. ”
kalau otak mas yang keras jangan salahkan mereka dong, berarti ada yang salah pada mas, moral mas rendah.
dijepang orang biasa tuh lihat bikini, dan otak mereka gak ngeres.
masa lihat inul gebor saja otak mas ngeres???
bisa bedain mana seni mana pornografi.
Komentar dari nadine — 29 November 2006 @ 9:44 pm
to : Uchal
“Coba deh pikir buat loe loe pada yang nolak ‘mentah2? Undang-undang APP.apa loe mau anak-anak loe, atau saudara atau kerabat dekat loe yang dibawah umur 18 tahun nanti melakukan hubungan seksual pra nikah, terus hubungan seksual mereka dipublikasiin ke publik luas ? buat gw, ogah banged. Gile loe, mau ditaro kemana muka gw.
UU APP tuh perlu banged. Buat loe loe semua yang gaya hidupnya ato pola pikirnya kayak orang barat, sebenernya UU APP tuh ada di negara barat. Bahkan digudang sex sendiri, kayak amerika, ada. Walau berbeda jenis UU nya. Karena disesuain dgn karakter negara masing-masing. Yang penting intinya sama.
Terus terang, gw orang yang menghalalkan pornografi dan pornoaksi. Tapi inget, keduanya untuk kalangan tertentu. Artinya sesuai pada tempatnya. Untuk penerbitan majalah playboy, FHM atau majalah erotis lainnya, gw setuju. karena itu karya seni ‘yg sesuai pada tempatnya’. Gak sembarangan dijual dimasyarakat. Anak-anak dibawah umur kan gak boleh beli sebenarnya. Tetapi karena ini INDONESIA, inget INDONESIA, yang HUKUMnya KAYAK TAI KUCING!!!!”
kalau anak atau adik bapak melakukan seks pranikah berarti yang salah bapaknya karena gagal dalam mendidik anak. saya pikir, seks pranikah bisa terjadi karena contoh dari atas ‘ yaitu dari bapak icha sendiri ‘
Komentar dari nadine — 29 November 2006 @ 9:48 pm
saya tidak setuju dengan komenar anda diatas ap ad yanglebih simpel
Komentar dari didox — 13 January 2007 @ 10:28 am
Aku sedih bgt dgn Negri ini…Kenapa ko’ keberaran bi salahkan, kesalahan dibenarkan…
Apa Matahari sudah tidak ada lagi…???
Apa Cinta bukan karna Hati…
Menurut ku…RUU APP,,itu… harus di coba… siapa atu,, dengan itu.. kita bisa menjadikan ini looo,INdonesia…..abadi,,tanpa kekerasan,, (amien.)
Komentar dari sayang kebenaran — 28 February 2007 @ 9:36 pm
aku anti dan alergi dengan rancangan undang2 yang gak masuk diakal.
kita indonesia udah kebanyakan dibebani kewajiban dan disuruh menurut kepada pemerintah dengan menggunakan agama sebagai tamengnya.
yang seneng kalo negara ini adem,ayem,nunut perintah,goblok,nerima aja,gak ada unjuk rasa,gak berani dengan aparat adalah pemerintah itu sendiri.
kalau penduduk negeri ini mau maju dan berpikir modern ato kedepan gak usahlah berpikir jlimet ngurus orang lain ato perut orang lain…santai aja lah…kalopun jg km bener ..emang dapet apa??? surga??? uang??? kepuasan batin??? gak jg tuh
Komentar dari ahmad mandy — 30 April 2007 @ 10:33 am
look at it from different perspective, it can be educational. what do you think?
Komentar dari ika — 19 July 2007 @ 2:47 pm