Akhowat; sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhowat secara bahasa arab artinya saudara perempuan. Namun sudah ma’lum (diketahui) bahwa ’saudara’ yang dimaksud disini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain” (HR. Muslim, no. 2564).
Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhowat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhowat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, yang bukan aktifis dakwah bukan akhowat. Ada juga menggunakan istilah akhowat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, yang berjilbab pendek bukan akhowat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhowat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu ‘aliran’, yang beda aliran bukan akhowat. Tentu saya lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhowat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhowat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai didalam tulisan saya ini.
Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke-istiqomah-an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.
Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhowat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya mengganngap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhowat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudha berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhowat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i.
Mungkin saja para akhowat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah SWT telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim)
Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah SWT telah berfirman yang artinya:
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24)
Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.
Ciri-ciri akhowat genit:
Berpakaian yang mengundang pandangan
Ia memakai jilbab, gamis, namun lilbab dan busana muslimah yang digunakanya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.
Senang dilihat
Akhowat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.
Kata-kata mesra yang ‘Islami’
Seringkali akhowat-akhowat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. “Jazakalloh yach akhi”
“Akh, antum bisa saja dech”
“Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi”
“Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…”
“Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..”
SMS tidak penting
Biasanya akhowat-akhowat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan “Afwan…” atau “Jazakalloh”
Banyak bercanda
Akhowat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.
Tidak khawatir berikhtilat
Ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mu’min yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya. Bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhowat genit. Saat terjadi ihktilat akhowat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhowat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.
Berbicara dengan nada
Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja, semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan ‘bekas’ pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syariat. Allah SWT berfirman yang artinya:
“Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32)
Para ulama meng-qiyaskan ‘merendahkan suara’ untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.
Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita:
”Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim)
Baca juga:
Salah satu dari sekian banyak amalan sunnah adalah sujud tilawah. Penamaan demikian merupakan penyandaran musabbab kepada sebab. Karena sujud tilawah dilakukan karena ada sebab yaitu tilawah, yaitu pembacaan ayat-ayat Qur’an tertentu yang disebut dengan ayat-ayat sajadah.
Salah satu dari sekian banyak amalan sunnah adalah sujud tilawah. Penamaan demikian merupakan penyandaran musabbab kepada sebab. Karena sujud tilawah dilakukan karena ada sebab yaitu tilawah, yaitu pembacaan ayat-ayat Qur’an tertentu yang disebut dengan ayat-ayat sajadah.
Yang diajarkan adalah meringankan mahar dan menyederhanakannya serta tidak melakukan persaingan, sebagai pengamalan kita kepada banyak hadits yang berkaitan dengan masalah ini, untuk mempermudah pernikahan dan untuk menjaga kesucian kehormatan muda-mudi
Berikut ini beberapa website yang bermanfaat bagi para thullabul ilmi asy syar’i: Wikipedia bahasa Arab http://ar.wikipedia.org/, Tafsir Qur’an http://quran.al-islam.com/arb/, Lajnah Da’imah Saudi Arabia http://www.alifta.com/
Betul Yan,ntar posting juga artikel ‘ikhwan-ikhwan genit’ , kalo ga siap2 diprotes sama akhwat2 …hehe. Kalo ntar posting ‘ikhwan-ikhwan genit’ kasih tahu ya Yan, saya masuk kriteria ato ga ..;p
Jleb…
kok ya jadi beribet gitu sih
orang cuman bergaul aja kok
Ass. wr. wb.
Numpang nimbrung nih Mas…
Wuih, keren!! Ini sebenarnya mau saya tulis Mas. Cuma tulisan Anda jauh lebih bagus dari draft saya, selain karena saya tidak terlalu banyak tahu dalil kecuali search dari quran digital. :-p
.
Tapi, Mas.. Soal yang kata-kata mesra itu. Kok saya agak kurang sreg ya? Masalahnya, “mesra” atau tidaknya itu sepertinya relatif. Saya suka sms-an sama mantan teman SMA, kata-katanya berarti mesra semua, soalnya kebanyakan tidak penting-penting amat. Tanya kabar, tanya kabarnya si anu, tanya keadaan sekolah lama. Dan kebetulan, karena di kampung kelahiran, yang tinggal kebanyakan teman2 sma yang perempuan.
.
*mulai sekarang musti hati2*
nice
wah… saya memenuhi kriteria tuh…. cuma kadang mang ga sadar pas melakukannya. meski demikian kadang mang dongkol juga kalo ngeliat akhwat yang lebih parah dari saya. cek tuh di balairung atw maskam.
Assalaamu’alaikum
Agama adalah nasehat, barang siapa melecehkan nasehat pasti dia tidak beragama.
Rasulullah bersabda, “jika kalian tidak punya rasa malu, lakukan sesuatu sekehendakmu”.
Jadi yang suka mempermainkan syari’at = tidak punya rasa malu.
Sekarang bukan saat berdebat, namun saat beramal.
Untuk ikhwan … carilah akhwat yg bener2 istiqomah
Untuk akhwat, keridhoan surga anda terletak pada keridhoan suami, dan sesuatu yg tidak untuk suami hukumnya haram dan jahannam tempatnya.
Pintu ampunan masih terbuka sebelum mati
Maka mintalah ampun pada Allah
Subhanakallaahumma wabihamdika
Asyhaduallaa Ilaaha Illaa Anta
Astaghfiruka wa atuubu Ilaika
Syukron, Jazakallaah Khoir
ttd
Hamba Allah,
Sedih liat Ummat Rasullullah menafsirkan ayat2 disesuaikan dengan hawa nafsu …hiks
Innal huda .. hudallah
Ya Allah, berilah hidayah untuk kami semua
Numpang nimbrung nih Mas…
Umat agama ini memang lucu.
Saya yang tak berdalil dituduh memfitnah dan munafik. Giliran Om Aswad pake ayat, eee .. dikate sesuai hawa nafsu. Yasudlah…
*kembali ke laptop*
@Zam, Dhika, Eko
Iya bener, ikhwan genit juga banyak. Mungkin saja saya salah satunya. Makanya agak berat untuk nulis tentang itu.
@Avank
Kalau mengaku muslim, ya pergaulannya yang Islami dong.
@Pramur
Ya, betapa banyak ‘penyakit hati’ yang dimulai dari sekedar SMS-an.
@Syifa
Na’am. Mari, ibda binnafsihi.
@Himawan Muhammad
Dalam hal agama, saya masih jauh dari ‘alim. Saya memohon ampun kepada Allah jika ada dari tulisan saya di atas yang menyalahi syari’at. Dan saya memohon nasehat dari antum semua bila memang ada kesalahan.
Kalau ada tafsir ayat yang tidak sesuai tafsiran para ulama, kalau ada tafsiran ayat yang saya simpangkan untuk kepentingan dan selera saya, mohon ditunjukkan yang mana dan mohon disertakan tafsiran yang benar seperti apa. Karena apa yang saya tulis tidak lain adalah bersumber dari aqwal dan af’al para ulama salafus shalih dalam menerapkan pergaulan dengan lawan jenis.
Wallahu’alam.
Bismillahii…
wagh.. githu ya….!!
ehm…
itulah knp ‘niat’ mmng bnr2x diperhatikan ya ^_^
Banyak hal yang kita tidak tahu,dan dibutuhkan’kebijkansanaan’ disana.
Wajar kalauada penilaian dari ‘pembacaan’ yg dzohir. Tapi… sejatinya apakah kita benar2x mengetahui hakikat dari sesuatu ‘dzhohir’ itu.^_^
wassalam
keep fight
oh ya, secara keumuman keruskan wanita itu disbbkan oleh pria logh ^_^
Assalaamu’alaikum Warahmatullaah
Buat saudaraku semua,
Saya bukan yang haq untuk menafsirkan satu ayat.
Mempelajari suatu kitab hanya bagian tengah saja .. belum bisa dikatakan membaca kitab.
Untuk menfatwakan sesuatu hal, haruslah sudah khatam banyak kitab2.
Untuk kita-kita ini baru dalam taraf muridin (sedang belajar).
Jadi kalau mau menjabarkan sesuatu tafsir ayat .. sertailah dengan … (ini pendapat ulama ini / itu).
Sebenernya agama ini mudah, yang buat susah ya kita ini sendiri.
Kita ini masih mudah di tipu setan.
Dunia ini hanya permainan belaka, sebaik-baik tempat kembali adalah akhirat.
Jadi, jangan ketipu setan.
Kebahagiaan ada di dalam pengamalan agama yang sempurna, bukan di dalam keduniaan yang sempurna.
Setan menggunakan dunia ini untuk tipu daya.
Barang siapa dalam hatinya tertutup kenikmatan dunia, maka kelezatan akhirat tidak akan tampak.
Hati ini tidak bisa masuk dunia dan akhirat, barang siapa dalam hatinya ada dunia, maka kenikmatan akhirat akan tidak tampak, ..dan barang siapa dalam hatinya rindu akhirat, dunia ini nampak kecil dan hina.
Dunia sementara, akhirat selamanya.
Kesengsaraan dunia, kebahagiaan dunia, hanya berlangsung sekitar 60 - 70 th plus minus.
Sedangkan di akhirat (pintu pertamanya kuburan),
jika sengsara maka selamanya, dan jika bahagia maka selamanya juga.
Maka, banyak-banyaklah ingat mati.
Saudaraku semuanya, musuh kita bukan manusia yang lain.
Musuh kita adalah setan dan hawa nafsu kita.
Maka jika melihat saudara kita tertipu setan, maka ajaklah kembali (dan do’akan dalam sholat tahajud kita). Kita ini tidak mampu merubah orang lain, yang mampu hanyalah Allah Azza Wajalla, maka dalam doa jangan egois, doakan juga kanan-kiri kita agar mendapat hidayah.
Sehingga bagaimana caranya supaya seluruh manusia ini masuk surga.
Mari beramal, mari ingat-mengingatkan (bukan hujat menghujat).
Ada benarnya dari Allah Azza Wajalla, kalau banyak salahnya dari Himawan Muhammad.
Subhanakallaahumma Wabihamdika
Asyhaduallaa Ilaaha Illa Anta Ya Allah
Astaghfiruka Wa atuubu Ilaika
nb: @aswad
Saya tidak mengkritik tulisan antum
Saya hanya kasih masukan, tafsir yang sesuai nafsu bukan disini, tapi di luar sana, banyak saudara kita berpakaian seronok tapi berkerudung sudah merasa cukup, atau berhijab syar’i tapi bertabarruj. Ini salah saya, karena saya belum menyampaikan kepada lelaki mereka (ayah, kakak, paman, suami, dll)
Wassalaamu’alaikum Warahmatullah
Saya senang dengan pemuda-pemudi islam yang taat sunnah :).
Allaahumma sholli wa sallim ‘ala rosulihil kariim
ass.wr.wb
itu manusiawi, tergantung dari niatnya juga c, kalo emang ga ada niat untuk berbuat “genit”, ya itu berarti khilaf
assalamu’alikum….pak ian..
sedikit banyak (?)yang d omongin pak ian emang “beredar” d sekitar kita.
tapi pak ian…gmn dgn para ikhwan yang juga bersikap seperti yang d sebutkan d tulisan itu?
kan banyak pak..yang jg seperti itu.
para “itong” (ikhwan sepotong-sepotong), maaf pake istilah kaya gini…juga banyak beredar..
g ad perlu..tiba2 krm sms nanyain udah solat malem/blm..malem2 lagi..kan jam malam tuh…
blm lagi yang kena VMJ..padahal tu ikhwan “bos”nya pembinaan dakwah..
iya c pak..ikhwan juga manusia..bisa khilaf..
tapi pak..biar adil..tulis ttg para “itong” juga..
biar seimbang
Setiap nasihat-kepada siapa pun itu- selalu membuat kita berkaca. Sungguh sebagai seorang ikhwan pun tak luput kita terjatuh ke dalam sikap yang serupa. Sampe ada tuh istilah WANTEL(Ikhwan Mentel):D.
*Ditunggu tulisan balasan:)
Semoga Allah selalu membimbing kita mendekati kesempurnaan akhlak. Dan tentunya saling menasihati adalah salah satu akselarator menuju kesempurnaan.
Assalamu’alaikum wr.wb
Salam kenal.
Saya minta izin, boleh meng-copy tulisannya ke blog saya?? Saya sedang mencari topik tentang ini.
Syukron
Wassalam
Assalamu’alaikum wr.wb
Salam kenal.
Saya minta izin, boleh meng-copy tulisannya ke blog saya?? Saya sedang mencari topik tentang ini.
Syukron
Wassalam
pergaulan saat ini memang serba menyudutkan..kecuali jika kita mendapat pertolongan Alloh. bagaimana tidak ketika kita mengikuti kebanyakan orang maka kita merasa berdosa melanggar syariat…namun ketika kita menerapkan yang syar”i maka kita akan dianggap aneh… semua bersumber pada hati…akankah kita mencari keridhoan manusia tetapi mendapat murka Alloh ataukah ingin mendapat ridho Alloh meski banyak manusia yang marah terhadap kita..semoga kita semua termasuk orang yang dianggap aneh karena menegakkan syari’at..
bagi para aktifis dakwah saya berharap antum bisa menjadi contoh bagi semua..karena sadar atau tidak perilaku kita akan mendapat sorotan tajam ketika menyimpang dari syari’at
Assalamu’alaikum wr wb.
Kalau akhowat makan di angkringan piye ? http://candra-tap.web.ugm.ac.id/?p=50
ukhti yg gnt harus segera dinikahkan kalo gak mau tak nikahi aja….
wass.
heran…cinta ko dibilang virus..n_n
MJJ..
penting dijadikan perhatian bagi kami…
dan sy sepakat, antum jg bikin ttg ikhwan2nya. ga bisa dipungkiri kl ikhwannya jg byk yng sperti itu
MJJ..
penting dijadikan perhatian bagi kami…
dan sy sepakat, antum jg bikin ttg ikhwan2nya. ga bisa dipungkiri kl ikhwannya jg byk yng sperti itu
ass.wr.wb
Sebetulnya pergaulan yang syr’i tu sperti apa si?
af1 terkadang kita ni hanya bisa berteori, mungkin paling jago banget soal teori sampai dapat detil2 definisinya.. coba kasih contoh yang benernya deh…da’wah bukan hanya untuk dimengerti mas..tp dirasakan..
ass.wr.wb
Klo niatnya mank lillahi ta’ala gimana?
who knows? hanya Allah aja yang tau…
@Wisnu
Barakallahu fiik akhi wisnu, mudah2an antum senantiasa mendapat berkah yang banyak dari ALLOH.
Syaikh Muhammad At-Tamimi berkata ada 4 hal yang perlu diketahui oleh setiap muslim:
1) Ilmu’ Syar’i, yaitu apa yang antum katakan sebagai teori mengenai dien ini sampai detil2nya.
Setelah memiliki ilmu maka…
2) Beramal dengan ilmu tsb. Setelah berusaha mengamalkan lalu…
3) Menda’wahkannya. Mulai dari orang2 terdekat, tetangga, kerabat. Saat menda’wahkannya harus…
4) Bersabar atas gangguan dari orang yang dida’wahkan. Karena setiap orang yang berda’wah al-haq, pasti akan mendapat rintangan.
Jadi memang benar, tidak hanya sekedar mengilmu saja, HARUS DIPRAKTEKKAN.
Mengenai pergaulan syar’i, tidak sulit mempraktekkannya, karena agama ini mudah. Maka setiap yang diperintahkan oleh syari’at, seharusnya terasa mudah. Bila terasa sulit oleh kita, hendaknya kita bermusahasabah, jangan2 hawa nafsu menguasai kita.
Adapun mengenai seperti apa pergaulan syar’i, sangat luas bahasannya, bisa antum pada buku2 yang membahas tentang ini, atau akan ana coba tulis bila ada kesempatan. Namun dalam tulisan diatas ada sebuah kaidah yang ingin ana beri tanbih (penekanan) yaitu HENDAKNYA SETIAP KITA MENJAGA INTERAKSI DENGAN LAWAN JENIS, TIDAK BERINTERAKSI DENGAN MEREKA KECUALI PADA KEPERLUAN YANG PENTING DAN MENDESAK SEKALI SEHINGGA TIDAK ADA JALAN LAIN KECUALI HARUS BERINTERAKSI DENGAN MEREKA.
@jusil
Amal yang benar memiliki 2 syarat, niat yang ikhlas dan cara yang benar. Sehingga kita tidak membenarkan Robin Hood yang berniat membantu orang miskin dengan cara mencuri. Dan ini berlaku dalam semua amalan. Ana sangat menghargai sekali niat para akhowat yang sudah MULAI ada kemauan untuk mengenakan jilbab, semoga ALLOH memberkahi mereka, apalagi jika mereka benar-benar meniatkan diri berbusana muslimah hanya untuk ALLOH Ta’ala. Namun tentunya niat yang ikhlas harus dibarengi dengan cara yang benar, bagaimana cara berbusana muslimah yang benar, bergaul yang syar’i, yang sesuai dengan yang disyariatkan oleh ALLOH dan Rasul-Nya. Jika memang niatnya benar-benar ikhlas, tentu mereka akan terus berusaha memperbaiki diri.
Sesungguhnya akhwat juga manusia, yang butuh diperhatikan lho, hayoo… siapa yang berani KKN nikahin aja deh. Bagaimana para ikhwannya?..
he…he..he.
tapi tetap jaim dan jaga aurat yaa (maksudnya suara gitu loh).(for akhwat)
eng…logikannya kalau ada akhowat genit berarti jodohnya ikhwan genit.Dengan kata lain keberadaan ikhwan genit dipastikan ada.
Daripada kita ngurus yang genit2.bagaimana kLw dari diri kita sendiri memperbaiki diri terlebih dahulu,apakah kita termasuk gol. yang “genit2″.klw IYA.. saatnya kita mengubah diri ini menjadi yang lebih baek,maksudnya dengan mengurangi sifat dan tindakan yang disebutkan diatas.klw “TIDAK”(tidak disini mengandung 2 unsur,”1)tidak karena ketidakthuan kita dan “2)tidak karena benar2 tidaK mempunyai sifat seperti itu)..ya klw “2)alhamdulillah kita masih dilindungi Allah,dan jangan sampai kita ketularan dengan penyakit Genit,karena menurut penelitian(hamba Allah).genit merupakan penyakit menular low(waspadaLah2)..klw”1)ya cepet2an sadar donk biar gak nyusahin korban kegenitan(lakok mekso).he2.cukup sekian .
afwan klw ada kata2 yang menyinggung
Saya sangat tertarik dengan wacana ini, karna kalo kita lihat, ternyata permasalahan ini sudah mengglobal, menjadi penyakit yang tidak kentara, tidak disadari, bahkan tidak dicari penyembuhannya. Bukankah akhwat juga punya fitrah? hanya mungkin penempatan fitrah itu yang jadi soal. Setuju banget kata Zam, ikhwan yang genit juga ternyata ‘ada’. bahkan kalo boleh buka kartu, saya merasa miris sekali dengan seorang teman ikhwan yang menggunakan ‘ilmu’ yang dikarunia Allah swt. sebagai senjata untuk menarik perhatian kaum hawa. afwan di sini mungkin saya bicara terlalu blak-blakan. tapi itulah kenyataannya. Sebenarnya bukan karena tidak tau, atau tidak paham, karna jika ditilik dari ilmu dan karya yang diberikan oleh ikhwan X itu untuk Islam, maka tidak perlu diragukan komitmennya dalam dakwah walaupun secara struktural gak ikut gabung dalam jama’ah tertentu (independent).
Sebenernya…ikhwan akhwat, mereka, kita juga manusia. punya fitrah. juga punya khilaf (salah menempatkan fitrah itu). jangan sampai karna takut berbuat khilaf, maka kita menghilangkan fitrah yang ada dalam diri kita. dan sudah saatnya kita saling mengenal satu sama lain. mengenal bukan dalam arti sempit. tapi mengenal sebenarnya karakter dan fitrah ikhwan itu seperti apa, akhwat itu seperti apa. selain itu, kita juga gak bisa menutup mata terhadap masa lalu seseorang, yang mau gak mau itu jadi kepingan hidup yang membentuk pribadinya ketika dewasa. dan mengenal lawan jenis itu juga gak mesti dengan bergaul langsung dengan mereka, kita bisa mendapatkan info dari saudara perempuan, dll. dari situ, diharapkan, kita bisa mengambil sikap terbaik, jika kita melihat penyimpangan yang terjadi pada saudara kita yang lawan jenis. Karna sesama Muslim adalah saudara, penjagaan dari saudara sesama Muslim di jaman yang sudah amburadul ini sangat diharapkan dari mereka yang tengah dalam masa ‘penyembuhan’ untuk kembali pada Islam.
Mungkin evaluasi buat kita masing-masing…Sebagai makhluk sosial untuk ringan tangan membantu saudara kita semampu kita. Akhwat ringan tangan membantu saudara yang akhwat, demikian pula ikhwan membantu saudara yang ikhwan. jangan sampai ada keadaan yang memaksa seorang akhwat (karena gak dapet bantuan dari saudaranya sesama akhwat) sehingga ia minta bantuan pada seorang ikhwan. padahal laki2 memiliki fitrah untuk menjadi ‘hero’ bagi perempuan…hanya penempatannya yang tidak pas. afwan jika terlalu blak2an. Jika ada waktu dan kesempatan, Insya Allah saya sambung lagi.
Ass,,
sungguh menarik tulisan di atas,,
sbgai seorg akhwat memang sgt berat, untuk menjalani itu ttp saya yakin tmn2 kita akan menghargai kita bila kita melakukan hal itu..
mgkin muslimah d Indonesia masih bnyk yg terbawa pergaulan dan kurangnya bimbingn mngenai nilai2 islam..
smga saya dpt mngamalkan apa yg tlh saya bc dan dpt bermanfaat bg org lain..