kangaswad Yulian Purnama

Ilmu dulu baru amal

 
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya (An Nisa : 48)

Saya!

Saya Yulian Purnama, panggil saya Ian. Kadang saya juga menyukai dipanggil dengan nama kunyah saya, Abu Muhammad. Konon saya lahir saat bulan purnama di bulan Juli. Sebuah kebanggan bagi saya lahir dari kedua orang tua yang sederhana, bersahaja, biasa-biasa saja. Disebuah kontrakan kecil di sebuah desa di Bogor mereka mulai membesarkan saya. Banyak sekali cerita-cerita haru saya dengar dari mereka tentang betapa kerasnya hidup yang mereka alami. Semoga Allah merahmati mereka berdua.

Saya tidak ingat banyak nama-nama murid TK Semen Cibinong selain Gunawan dan Tono. Saya ingat karena Gunawan berbadan besar selalu kompak dengan Tono yang berbadan kurus. Mereka lucu sekali. Tapi yang saya ingat jelas, saya cuma 1 tahun di sana. Alhamdulillah waktu itu saat masih norak, diberi kesempatan nongol di TVRI yang udah lumayan ‘wah’ kala itu. Saya masih ingat waktu Ust. Iding dan teman-teman di Madrasah Diniyah yang saya lupa namanya meliburkan madrasah hanya untuk bersama-sama nonton saya lomba cerdas cermat di TiPi. Hehe. Lucu juga.

Diterima di SLTPN 1 Cileungsi sudah sangat bangga sekali. Sekolah Lanjutan terbagus di tempat saya. Jelas saja, lhawong disana cuma ada 2 SLTP Negeri, tidak banyak saingan. Hehe. Saat itu bener-bener tergila-gila sama organisasi. Alhamdulillah dapet pengalaman luar biasa menjadi Ketua OSIS di sana, sambil jadi Pradana Penggalang Gudep 3019. Wah ga lupa deh dengan pengalaman ini.

Allah menakdirkan saya diterima di SMU Negeri 1 Bogor yang konon katanya sekolah terbaik di Bogor. Lingkungan baru, suasana baru, benar-benar merepotkan. Lebih lagi, setiap hari harus stand by pukul 5.15 pagi di pinggir jalan untuk menempuk 55 km perjalanan ke sekolah. Gelantungan, tidur sambil berdiri, desak-desakan, rebutan bis, kecopetan, wah seru juga pengalaman kala itu. Suasana kota, intelek, kreatif, produktif, dan agak hedonis di SMU 1 membuka mata saya. Banyak hal berharga yang saya dapatkan di sini. Sempat menjadi kepala divisi Kultum DKM Ar-Rahmah walaupun saya menyadari banyak kekurangan saat itu. Tidak ada prestasi yang membanggakan di SMU selain Olimpiade Komputer di Bandung, itu pun cuma sampai top-hundred. Seingat saya, saya cuma di peringkat 65. Tapi inilah yang memacu ketertarikan saya terhadap komputer.

Berharap diterima di Teknik Informatika ITB, tapi Allah memutuskan jalan terbaik buat saya adalah di Ilmu Komputer UGM. Merasakan repotnya jadi mahasiswa, harus menghadiri kuliah yang lebih sering membosankan, akhirnya membuat saya terlena untuk mencari aktifitas lain. Di Kopma Design Center mengasahkan bakat seni olah grafis, dan berbagai pengalaman menakjubkan pun terjadi di sana. Kemudian menyalurkan hobi menulis 3 tahun bersama Media Informasi Islam bersama dengan berbagai kemelutnya.

Sempat berambisi untuk dapat membiayai kuliah sendiri dengan mencari pekerjaan sampingan. Jaga wartel Kopma, jual majalah, jualan hosting, tukang ketik sidang, sampai jadi orang kantoran di PT Gamatechno.
Segala Puji bagi Allah yang memberi saya petunjuk sehingga saya sadar bahwa hidup hanya sementara dan sudah seharusnya mengepak banyak bekal untuk ‘masa-masa sulit’ nanti. Di Ma’had Al-Ilmi Yogyakarta saya mencoba menggali dienul Islam berharap menjadi orang yang Allah beri kebaikan atasnya.

Barangsiapa kepadanya Allah menginginka kebaikan, akan dipahamkan terhadap ilmu agama” (HR. Bukhari)

Dan sekarang, saya masih bukan siapa-siapa, tapi Insya Allah akan berusaha lebih baik.

Hubungi saya di

YM: ian_doang
e-mail: ian.doang[at]gmail.com
HP: +628562967403