Salah satu dari sekian banyak amalan sunnah adalah sujud tilawah. Penamaan demikian merupakan penyandaran musabbab kepada sebab. Karena sujud tilawah dilakukan karena ada sebab yaitu tilawah, yaitu pembacaan ayat-ayat Qur’an tertentu yang disebut dengan ayat-ayat sajadah.
Para ulama sepakat bahwa Mathla’ Hilal berbeda-beda (Maksudnya setiap negara sangat mungkin melihat hilal pada waktu yg berbeda, -ed). Dan hal itu diketahui dengan panca indera dan akal. Akan tetapi mereka berselisih dalam memberlakukan atau tidaknya dalam memulai puasa Ramadhan dan mengakhirinya
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000,- apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan;
Tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya menghadap Allah selama lima belas menit
Namun betapa singkatnya kalau melihat film.
Tayammum secara bahasa artinya (?????)meniatkan atau menyengaja. Sedangkan secara syar’i tayammum artinya mengusap wajah dan kedua tangan dengan debu dengan cara yang ditentukan syariat (Mulakhos Fiqhi). Definisi ini ditetapkan berdasarkan dalil Al Qur’an dan As Sunnah serta ijma. Dan tayammum adalah keutamaan yang dikaruniakan Allah secara khusus kepada ummat Muhammad Shallallahu’alahi Wasallam
Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (dorongan) untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa, dan kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi ini.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah Tabaraka wa Ta'ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, keutamaan yang agung ; dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih berikut ini, dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna.
Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barokah, Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan sebagaimana dalam penjelasan berikut ini.
Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur'an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan

Dari Abu Hurairah
radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan bahwa Rasulullah
shallallahu’alahi wasallam bersabda,
“Seandainya manusia mengetahui pahala azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak.” [HR. Bukhari no. 341]
Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Ibnu Sholeh Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul).
Secara istilah syar’i, [...]
tatkala sebagian orang beritikad baik untuk memahamkan mereka, tatkala sebagian thullabul ilmi (penuntut ilmu agama) tergerak hatinya untuk memperbaiki hal ini, mereka pun berpaling dengan sombong. Jika dibawakan kepada mereka Al Qur’an dan Hadits, mereka menolak sambil berkata “Tapi, kata ustadz saya begini dan begitu”